Menjadi Lebih Baik dari Versi yang Dulu

Bersyukur banget nggak sih dikelilingi sama orang baik? Jelas pasti bersyukur banget. Siapa sih yang merasa nggak suka kalau di lingkungannya banyak orang baik.

Mungkin baik versi tiap orang berbeda dan nggak bisa dijadikan tolok ukur dari suatu kebaikan. Kayak "Oh baik itu harus gini, baik itu harus gitu". 

Baik juga bukan berarti menganggap orang lain jadi lebih buruk. Tetapi bagaimana cara kita berusaha menjadi lebih baik dari versi kita yang sebelumnya. Untuk mencapainya, maka kita harus memiliki lingkungan yang baik pula yang akan membentuk suatu kebiasaan yang baik. 

Jadi, kita sendiri memiliki kemampuan untuk memilih mau masuk ke lingkungan yang baik ataupun buruk. 

Saya senang di sekitar saya banyak orang baik. Saya yang awalnya nggak terlalu peduli, perlahan memunculkan empati yang ada di diri saya dan ini yang akan membentuk sebuah kebiasaan. 

Kebiasaan juga bisa diciptakan dengan filter dalam diri. Dalam pergaulan tentu tak selamanya 100% baik, jadi kita tugasnya memilah mana sih yang akan aku tiru, mana yang harus aku buang. 

Semenjak pandemi saya mengalami banyak hal. Saya lebih memiliki banyak waktu luang dan lebih bisa mengenali diri saya. 

Lalu termenung, kadang perkataan maupun perbuatan sekecil apapun bagi sebagian orang terasa sangat berarti. Bagi sebagian orang sangat mengobati. Walau terdengar sangat sederhana.

Hal kecil yang saya ingat adalah saat saya sedang berteduh di bawah pohon rindang, yang berbahaya jika hujan malah berteduh di situ. Lalu ada seseorang yang menegur saya untuk tidak berteduh di pohon tersebut, melainkan di tempat lain yang lebih aman. 

Yang paling penting ialah, berkatalah yang baik, perlakukan semua orang dengan baik tanpa memandang siapa orang tersebut. 

Karena kita tidak akan tau, siapa tau lisan atau perbuatan kita melukai hatinya. Atau mungkin perbuatan kecil kita sangat berarti bagi orang lain. 




Comments

Popular posts from this blog

Love Yourself ; Menerima

Halo. Ekspektasi!