Sekolah Daring di Kala Pandemi
Terhitung sejak Maret 2020 awal mula covid-19 masuk ke Indonesia. Saat itu pemerintah meliburkan sekolah selama 2 minggu atau 14 hari untuk mencegah penularan covid-19. Saat itu saya hanya mengira pandemi akan selesai setelah masa karantina 14 hari, tetapi tidak semudah itu. Ternyata setelah karantina 14 hari, sekolah masih tetap melaksanakan sekolah daring di rumah masing-masing.
Pertama kali melaksanakan daring saya cukup biasa saja. Lama-kelamaan saya mulai bosan, ingin berangkat sekolah seperti biasa dan melakukan aktivitas seperti biasa.
Saat itupun saya dan teman se-jurusan sedang melaksanakan PKL tetapi harus ditunda dulu, jadi kami PKL tidak sampai full. Alhasil praktik dari PKL sempat mangkrak. Setelah itu kami melanjutkan pelajaran seperti biasa saat PKL selesai secara daring.
Beberapa dari kami banyak yang mengeluh, karena tidak paham akan materi yang diberikan, terkadang masih sibuk dengan membantu orang tua, kesulitan mengakses internet, dan lainnya.
Beberapa bulan kami jalani. Mengerjakan tugas, mengerjakan praktik, walaupun tidak semaksimal saat sekolah luring. Saya sendiri kurang nyaman jika terus-terusan belajar di rumah. Saya rindu ke sekolah, berangkat naik angkot, lalu berdiskusi dengan teman tentang tugas, bercengkrama, dan lainnya. Yang pasti saya rindu interaksi sosial.
Beruntung pada kelas 12 sudah mulai terbiasa dan mulai stabil pembelajaran via daring. Sekolah juga memberi bantuan subsidi kuota data agar siswa/siswi tidak kesulitan dalam belajar. Untuk praktik ujian akhir, kami digilir untuk ke sekolahan agar tidak terjadi kerumunan.
Dan, tak terasa hari ini saya sudah melaksanakan Wisuda Purna Siswa. Sekolah luring saya terhitung kurang lebih 50% sisanya sekolah daring. Walau begitu, saya cukup bersyukur bisa melewati keluh kesah sekolah daring selama pandemi ini. Kami lulus jalur corona part 2, alhamdulillah.
Oiya, beberapa adik kelas saya ada yang sudah mulai tatap muka. Tentu saja tetap di gilir dan mematuhi prokes yang ada seperti memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, memakai handsanitizer. Sekolah tatap muka juga tidak dilakukan secara full satu hari. Hanya kurang lebih 2 jam, karena untuk mencegah penularan covid-19 yang saat ini terus meningkat.
Akhir kata, jangan lupa memakai masker walau hanya keluar di dekat rumah, bawa handsanitizer, dan selalu jaga jarak. Karena hal kecil seperti ini kalau bukan dimulai dari diri kita sendiri mau siapa lagi?

Comments
Post a Comment