Hi! 2022

 Gak kerasa. Bener-bener gak kerasa besok udah 2022. Nggak-nggak, malah malam ini adalah malam tahun baru. Semua orang pasti sudah menanti-nanti dan menyiapkan perayaan kecil bersama keluarga. 

Sama dengan banyak orang, saya juga ingin berbagi suka maupun duka di tahun ini, 2021.

Tahun yang cepat berlalu, bahkan saya sendiri nggak sadar kalau besok sudah berganti tahun, haha. 

Well, 2021 penuh makna. Saya belajar banyak hal di tahun ini. Gimana rasa sakitnya mengikhlaskan sebuah harapan ataupun tentang menemukan hal baru yang menarik bagi saya. 

Disaat saya bertanya, "When? Kapan semua asa saya dapat terwujud?" tahun tersebut memberi saya jawaban. Bahwa, tak semua keinginan atau harapan akan terwujud. Mungkin tertunda atau digantikan dengan pilihan yang lebih baik. 

Saya belajar banyak tentang keikhlasan dan legowo. Saya bersyukur, saya melewati banyak hal yang tak mudah bagi diri saya, dan ternyata sampai dititik bahwa saya bisa melaluinya. 

Tahun 2021 merupakan tahun yang paling emosional bagi saya. Luapan marah, kecewa, sedih, senang, hampa, ikhlas, dan bahagia. Saya pikir di usia 18 tahun akan menjadi hal yang membahagiakan karena telah memasuki usia menuju dewasa. Ternyata realita menampar keras pipiku. 18 tahun, usia yang saya tunggu-tunggu, ternyata merupakan awal pembelajaran saya.

-

Lalu untuk kisah yang terpaksa usai bahkan sebelum kumulai, semoga tahun berikutnya bisa berubah jadi kisah yang bisa kujalani.

Untuk 2022, saya hanya berharap menjadi tahun yang tak serumit tahun sebelumnya. Dan semoga apapun impian, harapan, dan cita-cita aku, kamu, kita semua dipermudah. 

Kalaupun gagal, coba lagi dong. Bukannya kata "coba lagi" lebih menantang daripada kata "selamat". Sama aja kayak kamu beli chiki berhadiah, lalu bungkusnya bertuliskan coba lagi. Pasti kamu akan tertantang untuk beli chiki lagi biar dapet hadiahnya. Ya kan? 

Hehehe, perumpamaan yang aneh sih ini. 


 

Terima kasih, 2021. 

Tahun penuh luka dan cerita. Ku tutup tahun ini dengan suka cita dan bahagia. 



Comments